Senin, 28 Januari 2013

Price Tag-Jessie J

Seems like everybody’s got a price
I wonder how they sleep at night
When the sale comes first and the truth comes second
Just stop for a minute and smile

Why is everybody so serious?
Acting so damn mysterious
You got your shades on your eyes and your heels so high
That you can’t even have a good time

Everybody look to their left
Everybody look to their right
Can you feel that? Yeah
We’ll pay them with love tonight

It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We just wanna make the world dance
Forget about the price tag

Ain’t about the cha-ching, cha-ching
Ain’t about the ba-bling, ba-bling
Wanna make the world dance
Forget about the price tag

We need to take it back in time
When music made us all unite
And it wasn’t low blows and video hoes
Am I the only one gettin’ tired?

Why is everybody so obsessed?
Money can’t buy us happiness
Can we all slow down and enjoy right now
Guarantee we’ll be feelin’ alright

Everybody look to their left
Everybody look to their right
Can you feel that? Yeah
We’ll pay them with love tonight

It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We just wanna make the world dance
Forget about the price tag

Ain’t about the cha-ching, cha-ching
Ain’t about the ba-bling, ba-bling
Wanna make the world dance
Forget about the price tag

Yeah, yeah, well, keep the price tag and take the cash back
Just give me six strings and a half stack
And you can keep the cars, leave me the garage
And all I, yes, all I need are keys and guitars

And guess what, in 30 seconds I’m leaving to Mars
Yes, we leaving across these undefeatable odds
It’s like this man, you can’t put a price on life
We do this for the love, so we fight and sacrifice every night

So we ain’t gon’ stumble and fall, never
Waiting to see, a sign of defeat, uh uh
So we gon’ keep everyone moving their feet
So bring back the beat and then everybody sing, it’s not about

It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We just wanna make the world dance
Forget about the price tag

Ain’t about the cha-ching, cha-ching
Ain’t about the ba-bling, ba-bling
Wanna make the world dance
Forget about the price tag

It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We just wanna make the world dance
Forget about the price tag

Ain’t about the cha-ching, cha-ching
Ain’t about the ba-bling, ba-bling
Wanna make the world dance
Forget about the price tag

Yeah, yeah
Oh, forget about the price tag

Ini Dia Rahasia Depok


Kalau dipikir pikir, saya udah 9 tahun tinggal didepok.

Saya pikir Depok hanya memiliki Masjid Kubah Emas untuk menarik wisatawan. Saya pikir Depok hanya kota yang memang tidak punya sejarah kebuayaan apa apa. Sampai pada akhirnya, saya mendapat tuga dari guru SMP saya untuk mempresentasikan kesenian dariDepok, tempat dimana saya singah tentunya. Ternyata tidak saya duga, Depok juga memiliki kesenian khasnya sendiri.
saya temukan di berbagai situs beberapa kesenian khas Depok:
1. Gong Si Bolong

Gong Si Bolong merupakan kesenian khas Depok yang merupakan akulturasi antara kesenian Sunda dan Betawi. Alat musik Gong Si Bolong terdiri dari gong, gendang, bende, rebab, terompet, keromong, dan saron. Uniknya bentuk gong di kesenian ini tidak seperti bentuk gong pada umumnya. Sesuai namanya, gong ini memiliki lubang ditengahnya yang membuat suaranya justru menjadi lebih nyaring.

Kesenian Gong Si Bolong menampilkan serangkaian pertunjukan antara lain:
- Ajeng, yaitu permainan Gamelan khas Depok. 

Permainan Gamelan Depok memilki dentuman yang mirip dengan permainan Gamelan Bali.
- Nayuban,

yaitu tarian khas asal Tanah Baru (salah satu lokasi di Depok tempat ditemukannya seperangkat alat Gong Si Bolong). Tarian ini adalah cikal bakal dari tari Doger Karawang dan Jaipong.

2. Kesenian Topeng Kinang Putra Cisalak

Nama Topeng Cisalak diambil dari nama sebuah kampung, tempat dimana tarian tersebut berkembang, yaitu Kampung Cisalak Depok. Pelopor tarian ini adalah Djioen dan Kinang. Tari topeng sendiri sebenarnya lebih berkembang di Betawi. Oleh karena itulah Tari Topeng Cisalak masih masuk lingkup kebudayaan Betawi, walaupun nyanyian yang dipergunakan berasal dari Sunda.

Namun banyak warga Depok yang tidak mengetahuinya kesenian tersebut. Ini harta terpendam  yang depok miliki dan harus terus dilestarikan.
Jadi jangan marah kalo di klaim kalo gamau jaga budaya milik sendiri.

see you next my post

Senin, 07 Januari 2013

This Is My Experience


“MALAM SIAL TAK TERLUPAKAN”

“O2SN kota Depok”. Event yang satu ini memang yang paling ditunggu tunggu oleh semua atlet yang masih berstatus sebagai seorang pelajar. Entah SD SMP ataupun SMA. Tidak mungkin kan tim basket ku gak ikut event ini? Apalagi ini kan pengalaman perdana bagi kami ikut O2SN tingkat SMP.
Pelatih basket kami yang kecenya udah pasti boong, memang sudah ngasih tau sih semua persyaratan yang harus dikumpulin dari jauh jauh hari.
“Pokoknya persyaratan udah harus dikumpul minggu depan! Gak ada alesan neko neko buat telat ngumpulin!” nah ini nih kata-kata bang ucok yang masih sangat aku ingat.
Seminggu berlalu, dan…... “Ha? Besok terakhir ngumpulin persyaratan” ucapku kaget saat baru ingat kalau besok hari terakhir mengumpulkan persyaratan ikut O2SN. Yang lebih parah lagi, kondisi ku saat itu sedang berada ditempat les dan hujan yang lumayan lebat
Entah hal apa yang membuat ku melupakan semua persyaratan itu. Mungkin karna jadwal latihan yang terlalu padat. Belum lagi ditambah jadwal syuting yang sangat menyita waktu. Yaa walaupun jadwal syutingnya di malam hari dan berlangsung bersamaan dengan mimpi saat tidur.
“Ayna! Lo udah ngelengkapin persyaratan?” saut Anggie yang ketika itu satu les denganku dan kebetulan teman satu tim.
“Weh gue beloman! Yah panik dah gua panik!” belum sempat aku menjawab pertanyaan Anggie, Tika langsung main nyerempet dengan suara keras dan panik.
“Persyaratannya emang apa’an aja sih?” salah satu dari tim kami yang lagi lagi satu tempat les, seketika ikut ngeriung membahas persyaratan untuk besok. Dhika namanya.
“Haha ih gila lo semua gak ada yang inget kalo besok terakhir ngumpulin persyaratan. Dasar bocah koplak!” dan akhirnya kini giliran aku yang berkesempatan berbicara.
“Lo juga koplak ay!” ucap Anggie sambil menoyor kepala ku.
“Wajar gue lupa! Kan gue syuting mulu” Jawabku sedikit bercanda.
“Eh gimana dooong? Gue belom foto lagi ebusetdaah” sambil menghentak hentakkan kaki layaknya anak TK yang minta balon, Tika panik bukan kepayang.
“Gue bawa kamera nih elah ntar kita poto pake kamera gue ditempat cetak poto aja biar ngirit duit. Jangan foto pake kamera punya abangya, mahal. Abis itu langsung cetak. Kelar dalam sekejap mata.” Ucap Anggie yang berusaha menenangkan suasana.
“Nah ide bagus. Pulang les langsung caw ye brooo” kata Dhika.
(Semua kembali merapihkan posisi tempat duduknya dan kembali memperhatikan pelajaran di tempat les.)
Satu jam berlalu dan…. Teeeeeeeeeeeeeeeeet!!!! “Pulang Miss!” teriak salah satu murid dikelas.
Mulai melangkah aku keluar pintu ruang les. Kulirik pergelangan tangan kiri ku. Jam menunjukkan pukul 8 malam. Gerimis belum juga menghentikan rintikannya. Udara begitu dingin. Terucap dalam hati “God, I don’t know what to do. Malam ini penentuan aku bisa ikut O2SN atau tidak. Tolong hentikan hujannya”.
“Terjang ajalah hujannya. Bisa gak ikut O2SN kita bro” ucap Tika lemas saat berdiri disamping ku.
“Yaudah deh yuk!” aku mencoba mengikuti ajakan Tika. Semua juga setuju untuk tetap melanjutkan pergi dari tempat les.
Aku menggoncengi Dhika, Anggie menggoncengi Amanda teman dekat rumahnya yang kebetulan juga teman satu sekolah kami dan Tika mengendarai motornya sendirian. Semua sudah siap dengan motornya dan siap berangkat dengan wajah yang pastinya tetep kece walaupun aslinya udah pada panik semua takut gagal ikut O2SN.
“Eh kita mau nyetak foto dimana?” teriak ku ditengah perjalanan.
“Tempat biasa” teriak Anggie.
Perlahan aku mengendarai motorku. Aku tahu kalau jalan sangat licin dan dan tak hanya lubang kecil yang ada, tapi banyak juga lubang besar dijalan yang aku lewati. Anggie dan Tika mengendarai motor begitu kencang. Mungkin menghindari hujan. Aku kehilangan jejak mereka. Yang aku lakukan hanya mengikuti kata-kata Anggie, ke “tempat biasa”. Biasanya sih aku kalau ada apa-apa ya perginya ketempat fotocopy+cetak foto deket sekolahan. Yasudah aku dan Dhika pergi kesana.
“Dik , kok sepi?” ucapku didepan tempat fotocopyan dekat sekolah sambil merasakan dinginnya hujan dan gelapnya malam.
“Tunggu sebentar dulu deh ay, mungkin mereka lewat jalan lain jadi lama.”
(kira kira 15menitan kami berdua menunggu)
“Coba ay di telfon Anggienya” jawab Dhika.
(Aku memcoba menghubungi salah satu dari mereka)
             “Halo nggie, hallo lo dimana?”
             “Gue di Pangkalan Becak woy lo dimana koplak?”
             “Gila nggie, lo dimana gue dimana”
             “Lah emang lo dimana”
             “Gue di pothocopyan deket sekolah pe’a!”
                “Wkwwkkkk elu yang pea!”
“Tawa lagi lo beruk”
“Yaudah sini cepet”
“Tunggu!” ucap ku langsung mematikan telfon dan bergegas menyusul mereka dengan suasana yang masih hujan dan sangat dingin.
“Dik, sumpah ini tuh kita yang pea apa emang udah ditakdirin buat gak ikut O2SN sih!”
“Wkkwkwkk gue sih sedikit ngakak ay lagian Anggie bilang tempat biasa. Gue biasa ketempat yang itu bukan yang ono.  Miss communication banget deh kita” jawab Dhika.
Entah kenapa malam ini aku merasa sangat sial. Bodohnya lagi kenapa tidak aku tanyakan ke Anggie “tempat biasa” yang dimaksud dia itu yang mana. Mungkin karna malam itu malam jumat , aku pakai baju  dan jeans hitam jadi sial. Eh tapi kagak ngaruh juga kaleee.
Dan akhirnya sampe juga ditempat yang paling bener. Aku kembali melirik pergelangan tangan kiriku. Dan ….“ebusetdah jam 9”
“Eh lama amat lu, kita tungguin juga” sambut Amanda.
“Yaudah lah ayo masuk aja udah malem” saut Tika.
“Ehmmmm mas, mas, kita mau cetak foto, tapi belum foto, jadi mau pinjem studionya ya buat foto pake kamera sendiri” izin Anggie ke mas-mas penjaga cetak foto itu.
“Gak ada studio foto disini. Kalo mau foto dibelakang aja noh” jawabnya.
“Dimana?”
“Sini saya tunjukin”
(Mas mas penjaga itu bergegas membuka tirai dan menunjukkan tempat yang diperbolehkan untuk kami mengambil gambar lewat kamera Anggie. Setelah itu ia pergi meninggalkan kami semua.)
“Eh buset penghinaan nih bro. Tempat apaan nih remang remang gini. Katanya tempat cetak foto. Liat noh masa kita ngambil gambar backgroundnya jamban? Ini sih lawak banget mas mas nya” ucapku sambil terheran heran melihat ruang dimana aku berada.
“Sumpah ini gelap banget. Masa lampunya oren? Gue gak cantik lagi entaaaaar!!!!” kesal Tika.
“Eh kalian jangan ketawa ya…” saut Amanda.
“Kenapa emang?” Tanya Dhika.
“Liat noh ada celana dalem ngegantung di kamar mandinya!”
Mustahil jika kami semua tidak tertawa lebar saat melihat ada celana dalam didalam kamar mandi tergantung dengan bebas. Lebih parahnya lagi, kamar mandinya tidak berpintu. Sungguh ini malam yang sangat sial. Ya tapi kami harus terima ini semua. Namanya juga numpang.
Background kamar mandi tidak terlalu masalah untuk kami. Nanti juga bisa di edit. Tapi kalau tiba tiba kulit wajah berubah jadi buluk karna efek lampu yang remang remang, sebenernya sih sedikit gak rela. Tapi tak apalah, resiko orang numpang.
Jeprat! Jepet! Krik! Ctek!
“Wah! Gila masa muka gua buluk amat udah kaya budi anduk! busetdaaah sialan nih tempat!” cetus Tika.
“Udah lanjut ah” jawab ku.
Amanda yang nganggur tidak ada kerjaan, aku suruh saja dia memotret 4 bidadari cantik calon pebasket nasional.
“Man, fotoin kita satu satu yaa” pinta ku.
“Iya iya” jawabnya.
Secara bergantian, kami difoto oleh Amanda. Tetapi kalau dilihat dari hasil foto nya sih sangat tidak pantas disebut sebagai foto seorang bidadari. Yaaah, bidadari gagal deh nih. Gapapa, yang penting wajah aslinya mah kami berempat tetap kece.
“Mas mas, udah nih semua data ada dikamera ini. Tolong cetak semuanya 3x4, 2 lembar” pinta Anggie.
“Eh menderita amat muka lo berempat”
“Sialan lo mas! Elu nih kampret ngasih tempat remang remang gitu! Ancur gila muka gue! Udah backgroundnya jamban lagi! Kamseupil banget sih ni tempat!” cetus ku.
“Udah diem aja lu berisik banget” jawab mas mas nya yang kelihatan lebih ngocol.
“Dreeet…dreeet…dreeet ctek ctek…” Oke, ini suara mesin print yang mulai mengeluarkan hasil cetakan foto kami berempat. Mendengar suara mesin itu, tanpa berfikir panjang kami berempat langsung mnedekati, dan………… “Gak! Gue gak mau foto gue kayak gini! Mas tolong dong ya di edit kek, upay banget masa lo gak ngerti ngeditnya” marah Tika.
“Iya iya gue edit lagi deh ah rempong lu! Jelek mah jelek aja!”  ucap mas mas tukang fotocopyan yang sudah sangat menjengkelkan perasaan kami berempat.
Kembali ku tengok jam tangan ku. Lagi-lagi aku kaget kala melihat ke arah pergelangan tangan kiri ku. Waktu menunjukkan pukul 10 malam. Gerimis tak juga menghentikan rintikannya. Baru pertama kali ini aku menemukan tempat fotocopy+cetak foto yang tempatnya remang remang, penjaga nya ngeselin, udah gitu centil pula. Rasanya ingin ku gigit gigit sandal yang kupakai dan ku garuk garuk tembok tempat fotocopyan itu.
Ku coba cek handphone yang ada ditas. “8 panggilan tak terjawab dan 12 pesan baru”. Aku coba membuka satu dari dua belas pesan baru yang masuk. Isinya, “Na, pulang! Dimana kamu? Pulang les jam 8, jam segini belum pulang juga! Ngerti pulang gak? Anak perempuan juga!”.  “Astaghfirullah, gue lupa ngasih tau orang dirumah. Gue telfon deh” ucapku setelah membaca sms dari ibu ku  dan segera mengabari orang dirumah.
“Hallo, Assalamualaikum..”
“Walaikumsalam, Na!!!!!!! Pulaaaaaang!! Dimana kamu?”|
“Aku lagi cetak foto bu. Buat persyaratan O2SN. Besok terakhir dikumpul. Aku bener bener lupa bu. Maaf ya tadi aku terlalu sibuk jadi baru sempet ngabarin sekarang”
“Ibu ngantuk! Cepet pulang! 15 menit gak pulang ibu konciin kamu! Tidur diluar aja sono sama tomcat!”
“Iya bu aku cepat pulang”

Jalan benar benar sepi. Gelap gerimis dan dingin. 15 menit lagi sudah harus sampai rumah tetapi foto belum juga selesai di edit.
“Ih mas, kok jerawatnya tika di edit jadi ilang, gue enggak?”marah Anggie ke tukang mas masnya.
Mendengar ocehan Anggie, mas mas penjaga fotocopyan malah memperhatikan tubuh kami ber-lima dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rasanya ingin aku tonjok penjaga fotocopyannya.
“Mas, kok lu mupeng amat sih? Lo terpesona ya? Terkesima ya ngeliat penampilan kita berempat? Udah cepet cetak foto kita! Dibayar kok tenang aja” ucap Tika ke mas mas penjaga itu.
Beruntung sekali disebelah tempat itu masih ada yang jualan gorengan. Luamayan lah bisa ngeganjel perut yang udah keroncongan dari tadi .Beli 5000 dibagi untuk 5 orang. Tak apalah saling berbagi.
“Ayna…. Ibu gue udah marah marah ay. Ayo kek ay pulang! Gue takut nih!” rengek Dhika meminta ku untuk cepat mengantarnya pulang kerumah.
“Duh, gue juga udah disuruh balik dik. Liat noh mas-masnya malah kaya disengajain nyetak fotonya lama banget.”
“Mas…. Udah maaas?” jerit Tika
“Udah bu aji”
“Udah? Berapa nih semuanya jadinya?” Saut Anggie.
“20.000”
“Nih mas” jawabku smabil menodorkan uang 50.000 ke penjaga foto copyan yang sok ganteng super centil itu.
“Gak ada kembalian! Bayar pake nomer Handphone aja!”
“Najes!!” jawab ku sambil menggeprak lemari kaca yang ada di ruang tersebut.
“Yaudah gak gue kasih fotonya”
“Nih gue ada 15.000” saut Dhika.
“Kurang! Enak aja lo!”
“Ngeselin lo bang, udah muka mupeng, sok ganteng, tempat fotocopyan remang remang lagi” kesal Anggie.
“Ada kok gue ada kembalian” jawab mas nya sambil cengar cengir
“Yaudah mana sini” sinis Dhika.
“Sekarang lo pergi ya jangan balik ke tempat ini lagi” kata penjaga itu seraya mengusir kami dan menutup rolling door tanda fotocopyan sudah ditutup
“Emang kita mau pergi wleee gak bakal kesini lagi kita baaang” ledek ku sambil menyalakan mesin motor.
Alhamdulillah, akhirnya selesai juga semua persyaratan. Dan sekarang aku telah siap diatas motor untuk pergi dari tempat yang sangat-sangat memuakkan.
“Brem brem brem…..”
“Ay, tas lo mana?” teriak Anggie.
“Eh ya ampun tas gue masih didalem! Mas, buka mas ebusetdah mas!” teriakku sambil menggedor gedor rolling door yang telah tertutup itu.
“Hahaha kasian deh looo makanya jangan bawel di tempat gue wlee… kalo mau ambil aja sini” ledek penjaga itu.
Ku buka paksa rolling door penutup fotocopyan itu. setelah berhasil terbuka, ku ambil tas yang tertinggal di ruang tadi. Sungguh ini sangat menjengkelkan. Tapi kalau difikir-fikir lucu juga sih, diusir dari tempat fotocopyan, haha pengalaman perdana.
10.30 kami masih dalam perjalanan. Langkah pertamaku pergi kerumah dhika mengantarnya pulang dan setelah itu pulang kerumah sendiri, naik motor sendiri, gerimis, gelap, dingin, malam jumat dan ini benar benar membuatku takut.
Usai dari rumah dhika, aku melanjutkan perjalanan kerumah. Ini perjalanan yang sangat mendebarkan. Entah apa yang aku rasakan, tapi saat melewati jalan yang dikiri dan kanannya kebun-kebun, telapak kakiku mulai terasa amat dingin. Yang aku bayangkan adalah bagaimana ekspresi wajahku jika nanti sudah sampai rumah, tiba tiba aku menemukan bahwa dari tadi yang aku goncengi adalah genduruwo, kuntilanak, sundel bolong, atau bahkan kolor ijo. Oh God!
Tapi itu hanya ketakutan semata. 10.45 aku sampai dirumah. Lampu sudah dimatikan dan pintu juga sudah dikunci. Aku fikir ini akan jadi pengalaman pertama ku tidur diluar bersama banyak nyamuk-nyamuk. tapi untungnya, suara salam ku yang cempreng itu berhasil membangunkan ayah ku yang saat itu sudah lelap tertidur di pulau kapuk.
Ini sudah sangat malam. Aku begitu sangat lelah. Kuganti pakaian ku dan bergegas ke atas kasur. Rencananya sih mau tidur, tapi kebayang kejadian yang tadi. Nyasar ke bukan tempat fotocopyan yang dituju, foto di ruang yang remang remang, di centilin penjaga fotocopyan, kehujanan bareng temen temen, diusir dari tempat fotocopyan,dan yang terakhir pulang kerumah hampir tidur diluar. Malam yang sangat sial. Mungkin ini pelajaran bagi ku untuk tidak menunda nunda suatu pekerjaan, supaya tidak terteter seperti ini. Dan ini saatnya aku berbaring di pulau kapuk, dan tidur cantik sambil mimpi indah.

Minggu, 06 Januari 2013

JUSTIN BIEBER LYRICS-FAVORITE GIRL

Ah ah ah ah
Ah ah ah ah
Ah ah ah oh
Ah ah ah ah

I always knew you were the best
The coolest girl I know
So prettier than all the rest
The star of my show
So many times I wished
You'd be the one for me
But never knew you'd get like this
Girl what you do to me

[Pre-chorus:]
You're who I'm thinking of
Girl you ain't my runner up
And no matter what you're always number one

My prize possession
One and only
Adore ya girl i want ya
The one I can't live without
That's you that's you
You're my special little lady
The one that makes me crazy
Of all the girls I've ever known
It's you, it's you
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl

You're used to going out your way
To impress these Mr. Wrongs
But you can be yourself with me
I'll take you as you are
I know they said believe in love
It's a dream that cant be real
So girl let's write a fairytale
And show 'um how we feel

[Pre-chorus]

My prize possession
One and only
Adore ya girl i want ya
The one I cant live without
That's you that's you
You're my special little lady
The one that makes me crazy
Of all the girls I've ever known
It's you, it's you
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl
Baby it's you
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl

You take my breath away
With everything you say
I just wanna be with you
My baby my baby oh
Promise to play no games
Treat you no other way
Than you deserve 'cause you're the girl of my dreams

My prize possession
One and only
Adore ya girl i want ya
The one I cant live without
That's you that's you
You're my special little lady
The one that makes me crazy
Of all the girls I've ever known
It's you, it's you

My prize possession
One and only
Adore ya girl i want ya
The one I cant live without
That's you that's you
You're my special little lady
The one that makes me crazy
Of all the girls I've ever known
It's you, it's you
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl
Ini musikalisasi puisi yang anak #awaawa bikin waktu pelajaran bahasa Indonesia disekolah.

Karna Kita Adalah Satu

Kala mentari tak bersinar lagi
Dan kala burung pun enggan tuk bernyanyi
Sunyi, sendiri,sepi hariku
Terhempas, terjatuh dan terluka

Kau datang terangi sisi gelapku
Hilangkan semua rasa bimbang kesepian
Tertawa, bahagia, berbagi cerita
Menghapus semua duka yang ada

Bersama kita lalui semua
Hadapi sgala rintangan menghadang
Bersamamu aku tegar
Karna kita adalah satu

Burung katakan padanya
Teman sejati takkan pernah terpisah
Angin sampaikan salamku
Sayang ku tak pernah rapuh


Bersama kita lalui semua
Hadapi sgala rintangan menghadang
Bersamamu aku tegar
Karna kita adalah satu