Seems like everybody’s got a price
I wonder how they sleep at night
When the sale comes first and the truth comes second
Just stop for a minute and smile
Why is everybody so serious?
Acting so damn mysterious
You got your shades on your eyes and your heels so high
That you can’t even have a good time
Everybody look to their left
Everybody look to their right
Can you feel that? Yeah
We’ll pay them with love tonight
It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We just wanna make the world dance
Forget about the price tag
Ain’t about the cha-ching, cha-ching
Ain’t about the ba-bling, ba-bling
Wanna make the world dance
Forget about the price tag
We need to take it back in time
When music made us all unite
And it wasn’t low blows and video hoes
Am I the only one gettin’ tired?
Why is everybody so obsessed?
Money can’t buy us happiness
Can we all slow down and enjoy right now
Guarantee we’ll be feelin’ alright
Everybody look to their left
Everybody look to their right
Can you feel that? Yeah
We’ll pay them with love tonight
It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We just wanna make the world dance
Forget about the price tag
Ain’t about the cha-ching, cha-ching
Ain’t about the ba-bling, ba-bling
Wanna make the world dance
Forget about the price tag
Yeah, yeah, well, keep the price tag and take the cash back
Just give me six strings and a half stack
And you can keep the cars, leave me the garage
And all I, yes, all I need are keys and guitars
And guess what, in 30 seconds I’m leaving to Mars
Yes, we leaving across these undefeatable odds
It’s like this man, you can’t put a price on life
We do this for the love, so we fight and sacrifice every night
So we ain’t gon’ stumble and fall, never
Waiting to see, a sign of defeat, uh uh
So we gon’ keep everyone moving their feet
So bring back the beat and then everybody sing, it’s not about
It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We just wanna make the world dance
Forget about the price tag
Ain’t about the cha-ching, cha-ching
Ain’t about the ba-bling, ba-bling
Wanna make the world dance
Forget about the price tag
It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We just wanna make the world dance
Forget about the price tag
Ain’t about the cha-ching, cha-ching
Ain’t about the ba-bling, ba-bling
Wanna make the world dance
Forget about the price tag
Yeah, yeah
Oh, forget about the price tag
Senin, 28 Januari 2013
Ini Dia Rahasia Depok
Kalau dipikir pikir, saya udah 9 tahun tinggal didepok.
Saya pikir Depok hanya memiliki Masjid Kubah Emas untuk menarik wisatawan. Saya pikir Depok hanya kota yang memang tidak punya sejarah kebuayaan apa apa. Sampai pada akhirnya, saya mendapat tuga dari guru SMP saya untuk mempresentasikan kesenian dariDepok, tempat dimana saya singah tentunya. Ternyata tidak saya duga, Depok juga memiliki kesenian khasnya sendiri.
saya temukan di berbagai situs beberapa kesenian khas Depok:
saya temukan di berbagai situs beberapa kesenian khas Depok:
1. Gong Si Bolong
Gong Si Bolong merupakan kesenian khas Depok yang merupakan akulturasi antara kesenian Sunda dan Betawi. Alat musik Gong Si Bolong terdiri dari gong, gendang, bende, rebab, terompet, keromong, dan saron. Uniknya bentuk gong di kesenian ini tidak seperti bentuk gong pada umumnya. Sesuai namanya, gong ini memiliki lubang ditengahnya yang membuat suaranya justru menjadi lebih nyaring.
Kesenian Gong Si Bolong menampilkan serangkaian pertunjukan antara lain:
- Ajeng, yaitu permainan Gamelan khas Depok.
Permainan Gamelan Depok memilki dentuman yang mirip dengan permainan Gamelan Bali.
- Nayuban,
yaitu tarian khas asal Tanah Baru (salah satu lokasi di Depok tempat ditemukannya seperangkat alat Gong Si Bolong). Tarian ini adalah cikal bakal dari tari Doger Karawang dan Jaipong.
2. Kesenian Topeng Kinang Putra Cisalak
Nama Topeng Cisalak diambil dari nama sebuah kampung, tempat dimana tarian tersebut berkembang, yaitu Kampung Cisalak Depok. Pelopor tarian ini adalah Djioen dan Kinang. Tari topeng sendiri sebenarnya lebih berkembang di Betawi. Oleh karena itulah Tari Topeng Cisalak masih masuk lingkup kebudayaan Betawi, walaupun nyanyian yang dipergunakan berasal dari Sunda.
Namun banyak warga Depok yang tidak mengetahuinya kesenian tersebut. Ini harta terpendam yang depok miliki dan harus terus dilestarikan.
Jadi jangan marah kalo di klaim kalo gamau jaga budaya milik sendiri.
see you next my post
Senin, 07 Januari 2013
This Is My Experience
“MALAM SIAL TAK
TERLUPAKAN”
“O2SN kota Depok”. Event yang satu ini
memang yang paling ditunggu tunggu oleh semua atlet yang masih berstatus
sebagai seorang pelajar. Entah SD SMP ataupun SMA. Tidak mungkin kan tim basket
ku gak ikut event ini? Apalagi ini kan pengalaman perdana bagi kami ikut O2SN
tingkat SMP.
Pelatih basket kami yang kecenya udah pasti
boong, memang sudah ngasih tau sih semua persyaratan yang harus dikumpulin dari
jauh jauh hari.
“Pokoknya persyaratan udah harus dikumpul
minggu depan! Gak ada alesan neko neko buat telat ngumpulin!” nah ini nih
kata-kata bang ucok yang masih sangat aku ingat.
Seminggu berlalu, dan…... “Ha? Besok
terakhir ngumpulin persyaratan” ucapku kaget saat baru ingat kalau besok hari
terakhir mengumpulkan persyaratan ikut O2SN. Yang lebih parah lagi, kondisi ku
saat itu sedang berada ditempat les dan hujan yang lumayan lebat
Entah hal apa yang membuat ku melupakan
semua persyaratan itu. Mungkin karna jadwal latihan yang terlalu padat. Belum
lagi ditambah jadwal syuting yang sangat menyita waktu. Yaa walaupun jadwal
syutingnya di malam hari dan berlangsung bersamaan dengan mimpi saat tidur.
“Ayna! Lo udah ngelengkapin persyaratan?” saut Anggie yang
ketika itu satu les denganku dan kebetulan teman satu tim.
“Weh gue beloman! Yah panik dah gua panik!” belum sempat aku
menjawab pertanyaan Anggie, Tika langsung main nyerempet dengan suara keras dan
panik.
“Persyaratannya emang apa’an aja sih?” salah satu dari tim
kami yang lagi lagi satu tempat les, seketika ikut ngeriung membahas
persyaratan untuk besok. Dhika namanya.
“Haha ih gila lo semua gak ada yang inget kalo besok terakhir
ngumpulin persyaratan. Dasar bocah koplak!” dan akhirnya kini giliran aku yang
berkesempatan berbicara.
“Lo juga koplak ay!” ucap Anggie sambil
menoyor kepala ku.
“Wajar gue lupa! Kan gue syuting mulu”
Jawabku sedikit bercanda.
“Eh gimana dooong? Gue belom foto lagi ebusetdaah” sambil
menghentak hentakkan kaki layaknya anak TK yang minta balon, Tika panik bukan
kepayang.
“Gue bawa kamera nih elah ntar kita poto pake kamera
gue ditempat cetak poto aja biar ngirit duit. Jangan foto pake kamera punya
abangya, mahal. Abis itu langsung cetak. Kelar dalam sekejap mata.” Ucap Anggie
yang berusaha menenangkan suasana.
“Nah ide bagus. Pulang les langsung caw ye
brooo” kata Dhika.
(Semua kembali merapihkan posisi tempat duduknya dan kembali
memperhatikan pelajaran di tempat les.)
Satu jam berlalu dan…. Teeeeeeeeeeeeeeeeet!!!! “Pulang
Miss!” teriak salah satu murid dikelas.
Mulai melangkah aku keluar pintu ruang les.
Kulirik pergelangan tangan kiri ku. Jam menunjukkan pukul 8 malam. Gerimis
belum juga menghentikan rintikannya. Udara begitu dingin. Terucap dalam hati
“God, I don’t know what to do. Malam ini penentuan aku bisa ikut O2SN atau
tidak. Tolong hentikan hujannya”.
“Terjang ajalah hujannya. Bisa
gak ikut O2SN kita bro” ucap Tika lemas saat berdiri disamping ku.
“Yaudah deh yuk!” aku mencoba
mengikuti ajakan Tika. Semua juga setuju untuk tetap melanjutkan pergi dari
tempat les.
Aku menggoncengi Dhika, Anggie menggoncengi
Amanda teman dekat rumahnya yang kebetulan juga teman satu sekolah kami dan
Tika mengendarai motornya sendirian. Semua sudah siap dengan motornya dan siap
berangkat dengan wajah yang pastinya tetep kece walaupun aslinya udah pada
panik semua takut gagal ikut O2SN.
“Eh kita mau nyetak foto dimana?” teriak ku
ditengah perjalanan.
“Tempat biasa” teriak Anggie.
Perlahan aku mengendarai motorku. Aku tahu
kalau jalan sangat licin dan dan tak hanya lubang kecil yang ada, tapi banyak
juga lubang besar dijalan yang aku lewati. Anggie dan Tika mengendarai motor
begitu kencang. Mungkin menghindari hujan. Aku kehilangan jejak mereka. Yang
aku lakukan hanya mengikuti kata-kata Anggie, ke “tempat biasa”. Biasanya sih
aku kalau ada apa-apa ya perginya ketempat fotocopy+cetak foto deket sekolahan.
Yasudah aku dan Dhika pergi kesana.
“Dik , kok sepi?” ucapku didepan tempat
fotocopyan dekat sekolah sambil merasakan dinginnya hujan dan gelapnya malam.
“Tunggu sebentar dulu deh ay, mungkin
mereka lewat jalan lain jadi lama.”
(kira kira 15menitan kami berdua menunggu)
“Coba ay di telfon Anggienya” jawab Dhika.
(Aku memcoba menghubungi salah satu dari
mereka)
“Halo
nggie, hallo lo dimana?”
“Gue
di Pangkalan Becak woy lo dimana koplak?”
“Gila
nggie, lo dimana gue dimana”
“Lah
emang lo dimana”
“Gue
di pothocopyan deket sekolah pe’a!”
“Wkwwkkkk
elu yang pea!”
“Tawa lagi lo beruk”
“Yaudah sini cepet”
“Tunggu!” ucap ku langsung mematikan telfon
dan bergegas menyusul mereka dengan suasana yang masih hujan dan sangat dingin.
“Dik, sumpah ini tuh kita yang pea apa
emang udah ditakdirin buat gak ikut O2SN sih!”
“Wkkwkwkk gue sih sedikit ngakak ay lagian
Anggie bilang tempat biasa. Gue biasa ketempat yang itu bukan yang ono. Miss communication banget deh kita” jawab
Dhika.
Entah kenapa malam ini aku merasa sangat
sial. Bodohnya lagi kenapa tidak aku tanyakan ke Anggie “tempat biasa” yang
dimaksud dia itu yang mana. Mungkin karna malam itu malam jumat , aku pakai baju
dan jeans hitam jadi sial. Eh tapi kagak
ngaruh juga kaleee.
Dan akhirnya sampe juga ditempat yang
paling bener. Aku kembali melirik pergelangan tangan kiriku. Dan ….“ebusetdah
jam 9”
“Eh lama amat lu, kita tungguin juga”
sambut Amanda.
“Yaudah lah ayo masuk aja udah malem” saut
Tika.
“Ehmmmm mas, mas, kita mau cetak
foto, tapi belum foto, jadi mau pinjem studionya ya buat foto pake kamera
sendiri” izin Anggie ke mas-mas penjaga cetak foto itu.
“Gak ada studio foto disini. Kalo mau foto
dibelakang aja noh” jawabnya.
“Dimana?”
“Sini saya tunjukin”
(Mas mas penjaga itu bergegas membuka tirai dan menunjukkan
tempat yang diperbolehkan untuk kami mengambil gambar lewat kamera Anggie.
Setelah itu ia pergi meninggalkan kami semua.)
“Eh buset penghinaan nih bro.
Tempat apaan nih remang remang gini. Katanya tempat cetak foto. Liat noh masa
kita ngambil gambar backgroundnya jamban? Ini sih lawak banget mas mas nya”
ucapku sambil terheran heran melihat ruang dimana aku berada.
“Sumpah ini gelap banget. Masa lampunya
oren? Gue gak cantik lagi entaaaaar!!!!” kesal Tika.
“Eh kalian jangan ketawa ya…” saut Amanda.
“Kenapa emang?” Tanya Dhika.
“Liat noh ada celana dalem ngegantung di
kamar mandinya!”
Mustahil jika kami semua tidak tertawa
lebar saat melihat ada celana dalam didalam kamar mandi tergantung dengan
bebas. Lebih parahnya lagi, kamar mandinya tidak berpintu. Sungguh ini malam
yang sangat sial. Ya tapi kami harus terima ini semua. Namanya juga numpang.
Background kamar mandi tidak terlalu
masalah untuk kami. Nanti juga bisa di edit. Tapi kalau tiba tiba kulit wajah
berubah jadi buluk karna efek lampu yang remang remang, sebenernya sih sedikit
gak rela. Tapi tak apalah, resiko orang numpang.
Jeprat! Jepet! Krik! Ctek!
“Wah! Gila masa muka gua buluk amat
udah kaya budi anduk! busetdaaah sialan nih tempat!” cetus Tika.
“Udah lanjut ah” jawab ku.
Amanda yang nganggur tidak ada kerjaan, aku
suruh saja dia memotret 4 bidadari cantik calon pebasket nasional.
“Man, fotoin kita satu satu yaa” pinta ku.
“Iya iya” jawabnya.
Secara bergantian, kami difoto oleh Amanda.
Tetapi kalau dilihat dari hasil foto nya sih sangat tidak pantas disebut
sebagai foto seorang bidadari. Yaaah, bidadari gagal deh nih. Gapapa, yang
penting wajah aslinya mah kami berempat tetap kece.
“Mas mas, udah nih semua data ada dikamera
ini. Tolong cetak semuanya 3x4, 2 lembar” pinta Anggie.
“Eh menderita amat muka lo berempat”
“Sialan lo mas! Elu nih kampret
ngasih tempat remang remang gitu! Ancur gila muka gue! Udah backgroundnya
jamban lagi! Kamseupil banget sih ni tempat!” cetus ku.
“Udah diem aja lu berisik
banget” jawab mas mas nya yang kelihatan lebih ngocol.
“Dreeet…dreeet…dreeet ctek ctek…” Oke, ini
suara mesin print yang mulai mengeluarkan hasil cetakan foto kami berempat.
Mendengar suara mesin itu, tanpa berfikir panjang kami berempat langsung
mnedekati, dan………… “Gak! Gue gak mau foto gue kayak gini! Mas tolong dong ya di
edit kek, upay banget masa lo gak ngerti ngeditnya” marah Tika.
“Iya iya gue edit lagi deh ah rempong lu!
Jelek mah jelek aja!” ucap mas mas
tukang fotocopyan yang sudah sangat menjengkelkan perasaan kami berempat.
Kembali ku tengok jam tangan ku. Lagi-lagi
aku kaget kala melihat ke arah pergelangan tangan kiri ku. Waktu menunjukkan
pukul 10 malam. Gerimis tak juga menghentikan rintikannya. Baru pertama kali
ini aku menemukan tempat fotocopy+cetak foto yang tempatnya remang remang,
penjaga nya ngeselin, udah gitu centil pula. Rasanya ingin ku gigit gigit
sandal yang kupakai dan ku garuk garuk tembok tempat fotocopyan itu.
Ku coba cek handphone yang ada ditas. “8
panggilan tak terjawab dan 12 pesan baru”. Aku coba membuka satu dari dua belas
pesan baru yang masuk. Isinya, “Na, pulang! Dimana kamu? Pulang les jam 8, jam
segini belum pulang juga! Ngerti pulang gak? Anak perempuan juga!”. “Astaghfirullah, gue lupa ngasih tau orang
dirumah. Gue telfon deh” ucapku setelah membaca sms dari ibu ku dan segera mengabari orang dirumah.
“Hallo, Assalamualaikum..”
“Walaikumsalam, Na!!!!!!!
Pulaaaaaang!! Dimana kamu?”|
“Aku lagi cetak foto bu. Buat
persyaratan O2SN. Besok terakhir dikumpul. Aku bener bener lupa bu. Maaf ya
tadi aku terlalu sibuk jadi baru sempet ngabarin sekarang”
“Ibu ngantuk! Cepet pulang! 15
menit gak pulang ibu konciin kamu! Tidur diluar aja sono sama tomcat!”
“Iya bu aku cepat pulang”
Jalan benar benar sepi. Gelap gerimis dan
dingin. 15 menit lagi sudah harus sampai rumah tetapi foto belum juga selesai
di edit.
“Ih mas, kok jerawatnya tika di edit jadi
ilang, gue enggak?”marah Anggie ke tukang mas masnya.
Mendengar ocehan Anggie, mas mas penjaga
fotocopyan malah memperhatikan tubuh kami ber-lima dari ujung rambut sampai
ujung kaki. Rasanya ingin aku tonjok penjaga fotocopyannya.
“Mas, kok lu mupeng amat sih? Lo terpesona
ya? Terkesima ya ngeliat penampilan kita berempat? Udah cepet cetak foto kita!
Dibayar kok tenang aja” ucap Tika ke mas mas penjaga itu.
Beruntung sekali disebelah tempat itu masih
ada yang jualan gorengan. Luamayan lah bisa ngeganjel perut yang udah
keroncongan dari tadi .Beli 5000 dibagi untuk 5 orang. Tak apalah saling
berbagi.
“Ayna…. Ibu gue udah marah marah ay. Ayo kek ay pulang! Gue
takut nih!” rengek Dhika meminta ku untuk cepat mengantarnya pulang kerumah.
“Duh, gue juga udah disuruh balik dik. Liat noh mas-masnya
malah kaya disengajain nyetak fotonya lama banget.”
“Mas…. Udah maaas?” jerit Tika
“Udah bu aji”
“Udah? Berapa nih semuanya jadinya?” Saut Anggie.
“20.000”
“Nih mas” jawabku smabil menodorkan uang 50.000 ke penjaga
foto copyan yang sok ganteng super centil itu.
“Gak ada kembalian! Bayar pake nomer Handphone aja!”
“Najes!!” jawab ku sambil menggeprak lemari kaca yang ada di
ruang tersebut.
“Yaudah gak gue kasih fotonya”
“Nih gue ada 15.000” saut Dhika.
“Kurang! Enak aja lo!”
“Ngeselin lo bang, udah muka mupeng, sok ganteng, tempat
fotocopyan remang remang lagi” kesal Anggie.
“Ada kok gue ada kembalian” jawab mas nya sambil cengar
cengir
“Yaudah mana sini” sinis Dhika.
“Sekarang lo pergi ya jangan balik ke tempat ini lagi” kata
penjaga itu seraya mengusir kami dan menutup rolling door tanda fotocopyan
sudah ditutup
“Emang kita mau pergi wleee gak bakal kesini lagi kita
baaang” ledek ku sambil menyalakan mesin motor.
Alhamdulillah, akhirnya selesai juga semua
persyaratan. Dan sekarang aku telah siap diatas motor untuk pergi dari tempat
yang sangat-sangat memuakkan.
“Brem brem brem…..”
“Ay, tas lo mana?” teriak Anggie.
“Eh ya ampun tas gue masih didalem! Mas, buka mas ebusetdah
mas!” teriakku sambil menggedor gedor rolling door yang telah tertutup itu.
“Hahaha kasian deh looo makanya jangan bawel di tempat gue
wlee… kalo mau ambil aja sini” ledek penjaga itu.
Ku buka paksa rolling door penutup
fotocopyan itu. setelah berhasil terbuka, ku ambil tas yang tertinggal di ruang
tadi. Sungguh ini sangat menjengkelkan. Tapi kalau difikir-fikir lucu juga sih,
diusir dari tempat fotocopyan, haha pengalaman perdana.
10.30 kami masih dalam perjalanan. Langkah
pertamaku pergi kerumah dhika mengantarnya pulang dan setelah itu pulang
kerumah sendiri, naik motor sendiri, gerimis, gelap, dingin, malam jumat dan
ini benar benar membuatku takut.
Usai dari rumah dhika, aku melanjutkan
perjalanan kerumah. Ini perjalanan yang sangat mendebarkan. Entah apa yang aku
rasakan, tapi saat melewati jalan yang dikiri dan kanannya kebun-kebun, telapak
kakiku mulai terasa amat dingin. Yang aku bayangkan adalah bagaimana ekspresi
wajahku jika nanti sudah sampai rumah, tiba tiba aku menemukan bahwa dari tadi
yang aku goncengi adalah genduruwo, kuntilanak, sundel bolong, atau bahkan
kolor ijo. Oh God!
Tapi itu hanya ketakutan semata. 10.45 aku
sampai dirumah. Lampu sudah dimatikan dan pintu juga sudah dikunci. Aku fikir
ini akan jadi pengalaman pertama ku tidur diluar bersama banyak nyamuk-nyamuk.
tapi untungnya, suara salam ku yang cempreng itu berhasil membangunkan ayah ku
yang saat itu sudah lelap tertidur di pulau kapuk.
Ini sudah sangat malam. Aku begitu sangat
lelah. Kuganti pakaian ku dan bergegas ke atas kasur. Rencananya sih mau tidur,
tapi kebayang kejadian yang tadi. Nyasar ke bukan tempat fotocopyan yang dituju,
foto di ruang yang remang remang, di centilin penjaga fotocopyan, kehujanan
bareng temen temen, diusir dari tempat fotocopyan,dan yang terakhir pulang
kerumah hampir tidur diluar. Malam yang sangat sial. Mungkin ini pelajaran bagi
ku untuk tidak menunda nunda suatu pekerjaan, supaya tidak terteter seperti
ini. Dan ini saatnya aku berbaring di pulau kapuk, dan tidur cantik sambil mimpi
indah.
Minggu, 06 Januari 2013
JUSTIN BIEBER LYRICS-FAVORITE GIRL
Ah ah ah ah
Ah ah ah ah
Ah ah ah oh
Ah ah ah ah
I always knew you were the best
The coolest girl I know
So prettier than all the rest
The star of my show
So many times I wished
You'd be the one for me
But never knew you'd get like this
Girl what you do to me
[Pre-chorus:]
You're who I'm thinking of
Girl you ain't my runner up
And no matter what you're always number one
My prize possession
One and only
Adore ya girl i want ya
The one I can't live without
That's you that's you
You're my special little lady
The one that makes me crazy
Of all the girls I've ever known
It's you, it's you
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl
You're used to going out your way
To impress these Mr. Wrongs
But you can be yourself with me
I'll take you as you are
I know they said believe in love
It's a dream that cant be real
So girl let's write a fairytale
And show 'um how we feel
[Pre-chorus]
My prize possession
One and only
Adore ya girl i want ya
The one I cant live without
That's you that's you
You're my special little lady
The one that makes me crazy
Of all the girls I've ever known
It's you, it's you
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl
Baby it's you
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl
You take my breath away
With everything you say
I just wanna be with you
My baby my baby oh
Promise to play no games
Treat you no other way
Than you deserve 'cause you're the girl of my dreams
My prize possession
One and only
Adore ya girl i want ya
The one I cant live without
That's you that's you
You're my special little lady
The one that makes me crazy
Of all the girls I've ever known
It's you, it's you
My prize possession
One and only
Adore ya girl i want ya
The one I cant live without
That's you that's you
You're my special little lady
The one that makes me crazy
Of all the girls I've ever known
It's you, it's you
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl
Ah ah ah ah
Ah ah ah oh
Ah ah ah ah
I always knew you were the best
The coolest girl I know
So prettier than all the rest
The star of my show
So many times I wished
You'd be the one for me
But never knew you'd get like this
Girl what you do to me
[Pre-chorus:]
You're who I'm thinking of
Girl you ain't my runner up
And no matter what you're always number one
My prize possession
One and only
Adore ya girl i want ya
The one I can't live without
That's you that's you
You're my special little lady
The one that makes me crazy
Of all the girls I've ever known
It's you, it's you
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl
You're used to going out your way
To impress these Mr. Wrongs
But you can be yourself with me
I'll take you as you are
I know they said believe in love
It's a dream that cant be real
So girl let's write a fairytale
And show 'um how we feel
[Pre-chorus]
My prize possession
One and only
Adore ya girl i want ya
The one I cant live without
That's you that's you
You're my special little lady
The one that makes me crazy
Of all the girls I've ever known
It's you, it's you
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl
Baby it's you
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl
You take my breath away
With everything you say
I just wanna be with you
My baby my baby oh
Promise to play no games
Treat you no other way
Than you deserve 'cause you're the girl of my dreams
My prize possession
One and only
Adore ya girl i want ya
The one I cant live without
That's you that's you
You're my special little lady
The one that makes me crazy
Of all the girls I've ever known
It's you, it's you
My prize possession
One and only
Adore ya girl i want ya
The one I cant live without
That's you that's you
You're my special little lady
The one that makes me crazy
Of all the girls I've ever known
It's you, it's you
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl
My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl
My favorite girl
Ini musikalisasi puisi yang anak #awaawa bikin waktu pelajaran bahasa Indonesia disekolah.
Karna Kita Adalah Satu
Kala mentari tak bersinar lagi
Dan kala burung pun enggan tuk bernyanyi
Sunyi, sendiri,sepi hariku
Terhempas, terjatuh dan terluka
Kau datang terangi sisi gelapku
Hilangkan semua rasa bimbang kesepian
Tertawa, bahagia, berbagi cerita
Menghapus semua duka yang ada
Bersama kita lalui semua
Hadapi sgala rintangan menghadang
Bersamamu aku tegar
Karna kita adalah satu
Burung katakan padanya
Teman sejati takkan pernah terpisah
Angin sampaikan salamku
Sayang ku tak pernah rapuh
Bersama kita lalui semua
Hadapi sgala rintangan menghadang
Bersamamu aku tegar
Karna kita adalah satu
Dan kala burung pun enggan tuk bernyanyi
Sunyi, sendiri,sepi hariku
Terhempas, terjatuh dan terluka
Kau datang terangi sisi gelapku
Hilangkan semua rasa bimbang kesepian
Tertawa, bahagia, berbagi cerita
Menghapus semua duka yang ada
Bersama kita lalui semua
Hadapi sgala rintangan menghadang
Bersamamu aku tegar
Karna kita adalah satu
Burung katakan padanya
Teman sejati takkan pernah terpisah
Angin sampaikan salamku
Sayang ku tak pernah rapuh
Bersama kita lalui semua
Hadapi sgala rintangan menghadang
Bersamamu aku tegar
Karna kita adalah satu
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)

